Percepatan Sekolah Rakyat Tahap II di Kalbar Dikebut, Kualitas Tetap Dijaga
BANJARMASIN - Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kalimantan Barat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto, meninjau langsung sejumlah lokasi pembangunan pada Sabtu, 4 April 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres proyek berjalan sesuai target.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tersebar di Kota Pontianak dan Kota Singkawang, termasuk sekolah tingkat provinsi di Singkawang. Di Pontianak, proyek berdiri di atas lahan 5,14 hektare. Sementara di Singkawang masing-masing seluas 6,28 hektare dan 6,31 hektare. Setiap lokasi dirancang menampung hingga 1.080 siswa.
Dalam peninjauan itu, Bisma menekankan percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi penambahan tenaga kerja, optimalisasi alat berat, percepatan mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Meski dikebut, kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian. Setiap tahapan konstruksi diminta memenuhi standar teknis agar bangunan aman, andal, dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Proyek ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Barat dengan kontraktor Wika–CS–Wika Gedung (KSO). Kepala satuan kerja, Syarif, mengatakan pengawasan dilakukan secara intensif. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan kontraktor juga diperkuat untuk menjaga target penyelesaian.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun sebagai kawasan pendidikan terpadu. Fasilitasnya mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama bagi siswa dan guru.
Kementerian PU optimistis proyek ini segera rampung dan dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan di Kalimantan Barat.***Cipta Sutjipta