Kementerian PU Pastikan Sekolah Rakyat Rintisan di Bogor Siap Beroperasi April 2026
BOGOR – Pemerintah mempercepat realisasi Sekolah Rakyat rintisan tambahan di Kabupaten Bogor yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur sebagai fondasi utama pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Percepatan itu ditandai dengan peninjauan bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyo di sejumlah lokasi calon Sekolah Rakyat rintisan, Sabtu, 28 Maret 2026. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Essy Asiah, serta jajaran teknis terkait.
Lokasi yang ditinjau meliputi kawasan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan dan Tagana Center Kementerian Sosial. Fasilitas tersebut akan dioptimalkan sebagai sekolah berasrama guna mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Agus Jabo Priyo mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat pembukaan Sekolah Rakyat tambahan di luar program yang telah berjalan. “Pemanfaatan fasilitas milik negara menjadi strategi percepatan agar Sekolah Rakyat bisa segera beroperasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dari sisi infrastruktur, Kementerian PU memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar dasar penyelenggaraan pendidikan. Wida Nurfaida menyampaikan asesmen dilakukan secara menyeluruh, termasuk penyesuaian ruang agar layak digunakan sebagai sekolah berasrama. “Kami memastikan kesiapan infrastruktur tidak hanya cepat, tetapi juga memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan kelayakan fungsi,” kata dia.
Dukungan Kementerian PU tidak berhenti pada tahap rintisan. Secara paralel, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis juga tengah mempercepat pembangunan 104 gedung Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah sebagai solusi jangka panjang pemerataan akses pendidikan.
Essy Asiah menambahkan, hasil identifikasi di Kabupaten Bogor menunjukkan potensi pemanfaatan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, hingga sarana olahraga dan ruang pendukung lainnya.
Dengan kombinasi percepatan pemanfaatan fasilitas eksisting dan pembangunan infrastruktur baru, pemerintah optimistis program Sekolah Rakyat dapat segera berjalan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat prasejahtera.*** Maulana/Cipta