Sekretariat Ditjen Prasarana Strategis Bahas Penyusunan Profil Risiko UPR T-2 Tahun 2026
JAKARTA — Sekretariat Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum membahas manajemen risiko dalam rangka penyusunan Profil Risiko Unit Pemilik Risiko (UPR) T-2 Tahun 2026. Pembahasan tersebut digelar di kantor Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2026.
Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Essy Asiah mengatakan penguatan manajemen risiko menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola organisasi yang adaptif. Menurut dia, penyusunan Profil Risiko UPR T-2 Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem kerja yang responsif dan akuntabel.
“Dengan disusunnya Profil Risiko UPR T-2 Tahun 2026, Sekretariat Ditjen Prasarana Strategis terus membangun sistem yang lebih sigap, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Essy saat memberikan arahan dalam rapat tersebut.
Di bahas pula secara rinci sejumlah komponen dalam penyusunan profil risiko yang meliputi tujuan kegiatan utama terkait risiko, pernyataan risiko, kategori risiko, penyebab, dampak, hingga rencana tindak pengendalian serta indikator keluaran dari masing-masing bagian di lingkungan Sekretariat Ditjen Prasarana Strategis.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Keuangan, Pengelolaan Barang Milik Negara dan Barang Persediaan Bencana Rieski Nanda Pratama beserta jajarannya. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Bagian Hukum dan Komunikasi Publik serta perwakilan dari Bagian Kepegawaian dan Umum.***Hendra/Cipta Sutjipta