Dua Hari Tinjau Proyek, Dirjen PS Cek Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Barat hingga Huntara di Tegal
CIREBON – Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 10–11 Maret 2026, dengan meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di sejumlah daerah di Jawa Barat serta Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Peninjauan di Jawa Barat dilakukan di beberapa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, antara lain Kabupaten Bekasi, Sumedang, dan Cirebon. Proyek tersebut merupakan bagian dari 104 Sekolah Rakyat Tahap II yang tengah dikebut pemerintah melalui Kementerian PU dengan target penyelesaian Juni 2026.
Di Provinsi Jawa Barat sendiri terdapat enam lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program nasional tersebut. Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan Sekolah Rakyat Wilayah Jawa Barat II, tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memantau progres fisik sekaligus memastikan kesiapan teknis pekerjaan konstruksi di lapangan.
Pembangunan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti asrama putra dan putri, rumah susun guru, ruang kelas, kantin, dapur dan ruang makan guru, playground, tempat ibadah, green house, serta area parkir. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan terintegrasi.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap diiringi pengawasan kualitas konstruksi agar bangunan yang dihasilkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga aman dan nyaman digunakan.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah investasi masa depan, tempat anak-anak Indonesia tumbuh dan belajar untuk meraih kesempatan yang lebih baik,” ujarnya saat meninjau salah satu lokasi pembangunan.
Selain meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, kunjungan kerja juga dilanjutkan ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Hunian tersebut disiapkan untuk masyarakat terdampak bencana dan ditargetkan dapat dihuni sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Pembangunan Huntara di lokasi tersebut menghadapi tantangan teknis karena berada di area dengan lempengan tanah yang bergerak. Meski demikian, tim teknis di lapangan terus melakukan berbagai penyesuaian metode konstruksi agar pembangunan tetap aman dan sesuai jadwal.
Pemerintah berharap hunian sementara itu dapat segera ditempati sehingga masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lebih khidmat, aman, dan bahagia bersama keluarga di tempat tinggal yang lebih layak.
Peninjauan langsung ke lapangan menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana. Bagi pemerintah, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal mengejar target fisik, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.***Cipta