Sahur di Hunian Sementara, Menteri PU Janjikan Percepatan Rumah Warga Terdampak di Aceh Tamiang

Sahur di Hunian Sementara, Menteri PU Janjikan Percepatan Rumah Warga Terdampak di Aceh Tamiang

Kamis, 26 Februari 2026 | Kompu PS | 280

ACEH TAMIANG – Pagi masih gelap ketika Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyambangi Hunian Aceh Tamiang 2, Rabu, 25 Februari 2026. Di sela agenda kunjungan kerja, ia memilih bersahur bersama warga terdampak bencana yang kini tinggal di hunian sementara tersebut, lalu melanjutkannya dengan salat Subuh berjamaah.


Kunjungan itu menjadi bagian dari silaturahmi Ramadan sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian pembangunan hunian. Di kompleks tersebut, telah berdiri 13 blok hunian yang dihuni warga.


“Pagi ini kita silaturahmi dengan penghuni Hunian PU yang kedua di Tamiang. Di sini ada 13 blok. Tadi kita makan sahur bersama dengan warga dan dilanjutkan dengan salat Subuh bersama. Kita lihat warga juga berbahagia,” ujar Dody.


Dody mengatakan masih ada sebagian warga yang bertahan di tenda pengungsian dan berharap segera dipindahkan ke hunian tetap. Ia menargetkan percepatan penyelesaian sebelum Idulfitri.


“Memang ada beberapa masyarakat yang masih di tenda dan meminta percepatan. Insyaallah kita coba kejar sebelum Lebaran. Mudah-mudahan teman-teman kita yang masih di tenda pengungsian semuanya segera masuk ke rumah-rumah hunian,” katanya.


Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Essy Asiah, menyebut pembangunan hunian dilakukan secara terintegrasi. Unit dibangun menggunakan metode konstruksi Modular Lite (Moli) dan dilengkapi prasarana dasar seperti jaringan air bersih, listrik, sanitasi, serta fasilitas komunal.


Menurut Essy, selain 13 blok yang telah berdiri di Hunian Aceh Tamiang 2, terdapat tujuh blok tambahan yang tengah diselesaikan sehingga totalnya menjadi 20 blok. Di luar lokasi tersebut, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU juga menindaklanjuti pembangunan hunian di empat titik lain berdasarkan usulan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah membangun 102 blok hunian sementara di Provinsi Aceh bagi sekitar 1.204 kepala keluarga terdampak bencana. Penetapan penghuni dilakukan oleh pemerintah daerah, sementara Kementerian PU bertanggung jawab atas pembangunan unit hunian beserta prasarana pendukungnya.


Turut mendampingi Menteri PU dalam kunjungan tersebut antara lain Plt. Kepala Pusat Analisis dan Kebijakan Chandra R.P. Situmorang, Plt. Direktur Sungai dan Pantai Mochammad Dian Alma’aru, Kepala Satuan Tugas Bencana Pekerjaan Umum Arie Setiadi, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh Syarifah Rahimah.


Melalui silaturahmi Ramadan ini, Kementerian PU menegaskan upaya percepatan pembangunan hunian dilakukan agar warga terdampak segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan dapat kembali menata kehidupan mereka.***Ryan/Cipta Ryan/Cipta Sutjipta