Jelang Ramadan, Ditjen Prasarana Strategis Perkuat Integritas dan Budaya Kerja BerAKHLAK

Jelang Ramadan, Ditjen Prasarana Strategis Perkuat Integritas dan Budaya Kerja BerAKHLAK

Jumat, 13 Februari 2026 | Kompu PS | 159

JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menggelar internalisasi nilai integritas dan budaya kerja BerAKHLAK bagi seluruh pegawai, Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan di Lantai 8 Gedung Ditjen Sumber Daya Air itu menjadi pengingat bahwa puasa tak boleh mengendurkan komitmen pelayanan publik.

Sekretaris Ditjen Prasarana Strategis, Essy Asiah, mengatakan internalisasi perlu dilakukan rutin, terutama bagi ASN muda, agar komitmen sebagai “Orang PU” tetap terjaga. “BerAKHLAK bukan sekadar slogan, melainkan pedoman perilaku dalam bekerja,” ujarnya.

Nilai BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—ditetapkan sebagai dasar perilaku ASN untuk memperkuat profesionalisme dan integritas birokrasi. Menurut Essy, menjelang Ramadan merupakan momentum refleksi etos kerja agar ibadah tidak dijadikan alasan menurunkan kinerja.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Bisma Staniarto, dalam sambutan daringnya menegaskan pentingnya integritas di tengah pengelolaan anggaran besar. “Integritas bukan pilihan, melainkan keharusan,” katanya. Ia meminta seluruh ASN bekerja sesuai ketentuan dan saling mengingatkan jika terdapat kekeliruan.

Bisma juga mengingatkan agar Ramadan tidak mengurangi jam kerja maupun capaian kinerja. Sebaliknya, bulan puasa diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas kerja dan akhlak. “Saatnya memperkuat tanggung jawab dan profesionalitas,” tuturnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Asesor SDM Aparatur Ahli Utama, Asep Arofah Permana, yang menekankan empat komitmen ASN: politis, intelektual, emosional, dan spiritual. Ia mengajak pegawai meneladani sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah sebagai landasan etika kerja. Pesannya jelas: puasa adalah penguatan moral, bukan alasan melemahkan profesionalitas. ***Hendra/Cipta Sutjipta