252 Huntara di Tapanuli Selatan Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan
TAPANULI SELATAN – Kementerian Pekerjaan Umum mengebut pembangunan 252 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum Ramadan, agar warga segera memiliki tempat tinggal layak sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Pembangunan huntara tersebut dilaksanakan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana di wilayah Sumatera. Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi, sekaligus memulihkan rasa aman dan menjaga stabilitas sosial masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Essy Asiah, meninjau langsung progres pembangunan pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, ia memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas konstruksi.
Menurut Essy, setiap unit dibangun menggunakan teknologi Modular Lite (Moli) yang memungkinkan konstruksi dilakukan tanpa alat berat. Sistem modular ini dinilai lebih cepat, efisien, dan fleksibel untuk kondisi lapangan pascabencana. Selain itu, bangunan dapat dibongkar-pasang kembali tanpa menghasilkan limbah konstruksi.
“Hunian modular ini dirancang kuat, aman, dan nyaman. Umur bangunannya dapat mencapai 10 hingga 30 tahun, tergantung pada pemeliharaan,” ujarnya.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara. Total 252 unit hunian disusun dalam 21 blok modular, masing-masing terdiri atas 12 unit. Huntara tersebut diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga atau sekitar 1.800 jiwa terdampak bencana. Penetapan calon penghuni sepenuhnya dilakukan pemerintah daerah berdasarkan data warga terdampak.
Kawasan hunian berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan tersedia 16,8 hektare. Selain unit tempat tinggal, kawasan ini dilengkapi enam unit sanitasi komunal terpisah untuk laki-laki dan perempuan, masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara, ruang terbuka hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, hingga area parkir.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara, Kurniawan, mengatakan pengerjaan dilakukan selama 24 jam, siang dan malam. “Kami kebut agar sebelum Ramadan hunian sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Percepatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan pascabencana berlangsung cepat dan terukur. Bagi warga Tapanuli Selatan, huntara tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.***Maulana/Cipta