PU Pulihkan Masjid dan Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Agam

PU Pulihkan Masjid dan Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Agam

Kamis, 15 Januari 2026 | Kompu PS | 130

Kementerian Pekerjaan Umum mulai menangani pemulihan infrastruktur sosial pascabencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penanganan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis pada Rabu, 14 Januari 2026.


Pemulihan difokuskan pada bangunan keagamaan dan pendidikan yang mengalami kerusakan, dari kategori ringan hingga berat. Sejumlah fasilitas publik yang ditangani antara lain Masjid Taqwa Salareh Aia, Pondok Pesantren MTI Salareh Aia, MTsS Salareh Aia, Masjid Syuhada Kayu Pasak, serta Masjid Raya Nagari Balah Aie.


Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut merusak berbagai elemen bangunan, baik struktural maupun nonstruktural. Kerusakan itu mengganggu aktivitas ibadah dan proses belajar mengajar warga. Kementerian PU melakukan perbaikan bertahap sesuai tingkat kerusakan, mulai dari penggantian kusen, pekerjaan plester dan aci, pengecatan, hingga rekonstruksi total pada bangunan yang mengalami rusak berat.


Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, mengatakan pemulihan infrastruktur sosial menjadi prioritas agar kehidupan masyarakat segera kembali normal. “Penanganan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan fasilitas sosial dan keagamaan dapat kembali berfungsi secara optimal pascabencana,” ujar Bisma saat meninjau lokasi terdampak.


Menurut Bisma, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas bangunan, serta ketahanan terhadap potensi bencana di masa mendatang. Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

Dengan percepatan pemulihan tersebut, pemerintah berharap aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kabupaten Agam dapat segera pulih.***Andhika/Cipta