Menteri PU Targetkan 528 Huntara Aceh Utara Rampung Sebelum Lebaran
WIB
Kementerian PU Kebut Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabbanjir Bandang

Kementerian PU Kebut Pemulihan RSUD Aceh Tamiang Pascabbanjir Bandang

Minggu, 28 Desember 2025 | Kompu PS | 155

ACEH TAMIANG — Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat memulihkan infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan bagi warga kembali berjalan normal setelah bencana melanda wilayah tersebut.


Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian PU mengerahkan alat berat untuk membersihkan area rumah sakit dari lumpur, puing, dan sedimentasi yang menutup sejumlah fasilitas. Pembersihan dilakukan pada Jumat, 26 Desember 2025, sebagai penanganan awal agar aktivitas medis tidak terus terganggu.


Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan percepatan pemulihan fasilitas publik, terutama layanan kesehatan, menjadi prioritas utama pemerintah pascabencana. Menurut dia, rumah sakit merupakan simpul layanan dasar yang tidak boleh lumpuh terlalu lama.


“Kementerian PU berkomitmen mempercepat pembersihan dan pemulihan, tidak hanya di RSUD, tetapi juga di kawasan pusat perekonomian seperti pasar dan pertokoan di Aceh Tamiang. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik segera kembali normal,” ujar Dody dalam keterangan tertulis.


Di lapangan, pekerjaan dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh bersama BUMN Karya. Proses pemulihan juga melibatkan dukungan TNI serta gotong royong masyarakat setempat, sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.


RSUD Aceh Tamiang menjadi salah satu fasilitas vital yang terdampak banjir bandang pada November 2025 lalu. Genangan dan endapan lumpur sempat mengganggu sejumlah area layanan rumah sakit, sehingga membutuhkan penanganan segera.


Melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, Kementerian PU menegaskan kehadiran negara dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan layanan kesehatan dan aktivitas masyarakat Aceh Tamiang dapat pulih secepat mungkin.***Maulana/Cipta