Peringati Hari Bela Negara, Kementerian PU Kerahkan 402 Relawan Teknis ke Daerah Bencana

Peringati Hari Bela Negara, Kementerian PU Kerahkan 402 Relawan Teknis ke Daerah Bencana

Minggu, 21 Desember 2025 | Kompu PS | 196

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperingati Hari Bela Negara 2025 dengan menegaskan komitmen bela negara melalui aksi nyata penanganan bencana di berbagai daerah. Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan upacara Hari Bela Negara di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Desember, sekaligus pengiriman 402 relawan teknis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


Upacara Hari Bela Negara 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.” Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU, Apri Artoto, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti seluruh pejabat dan pegawai Kementerian PU, termasuk jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.


Dalam upacara tersebut, Apri membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden menekankan bahwa nilai-nilai bela negara tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan kerja nyata, terutama dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam.


Presiden mengingatkan bahwa peringatan Hari Bela Negara berakar dari Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Bela Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006. Sejarah tersebut, menurut Presiden, menjadi pengingat pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi krisis.


Sejalan dengan pesan tersebut, Kementerian PU menugaskan 402 aparatur sipil negara (ASN) sebagai relawan teknis untuk memperkuat penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penugasan ini tertuang dalam Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor KP 0403-Sj/1729 tertanggal 15 Desember 2025.


Provinsi Aceh menerima penugasan terbanyak, yakni 234 relawan teknis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Bina Konstruksi. Para relawan difokuskan pada penanganan darurat infrastruktur sungai, bendungan, jalan dan jembatan, serta prasarana permukiman. Sementara itu, Sumatera Utara diperkuat oleh 101 relawan yang diarahkan untuk pemulihan jalan nasional, bangunan publik, kawasan permukiman, dan sistem sanitasi. Adapun Sumatera Barat menerima 67 relawan yang difokuskan pada penanganan darurat infrastruktur sungai, bendungan, serta jaringan jalan nasional dan daerah.


Kementerian PU menyatakan para relawan akan ditempatkan hingga tingkat kabupaten dan kota sesuai kebutuhan lapangan. Selain menjalankan tugas tanggap darurat, mereka juga diminta melakukan pemantauan kondisi infrastruktur serta menyusun rekomendasi teknis sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.***Hendra/Cipta