Bencana di Aceh, Dirjen PS Pastikan Sekolah dan RS Segera Ditangani

Bencana di Aceh, Dirjen PS Pastikan Sekolah dan RS Segera Ditangani

Senin, 15 Desember 2025 | Kompu PS | 254

ACEH Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto meninjau sejumlah fasilitas publik terdampak bencana alam di Aceh selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 11–13 Desember 2025. Kunjungan itu menjadi bagian dari langkah awal pemerintah memastikan layanan dasar masyarakat segera pulih, sekaligus menyiapkan skema rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun depan.


Pada hari pertama, Kamis, 11 Desember 2025, Bisma mengawali agenda dengan meninjau Sekolah Rakyat Tahap II di Kuta Malaka, Aceh Besar, serta pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jantho. Dua lokasi ini menjadi perhatian karena berperan penting dalam pelayanan pendidikan dan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah tersebut.


Agenda berlanjut ke wilayah yang terdampak bencana lebih luas pada Jumat, 12 Desember 2025. Bisma Staniarto mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, yang mengalami kerusakan akibat bencana, disusul peninjauan ke sejumlah fasilitas pendidikan, antara lain MTsN 3 Pidie Jaya, SMP Negeri 3 Meureudu, dan MIN 4 Pidie Jaya. Seluruh sekolah tersebut dilaporkan terdampak dan membutuhkan penanganan segera agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.


Masih di hari yang sama, Bisma melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Bireuen dengan meninjau Dayah Mudi Samalanga serta MIN 42 Bireuen (PHTC) yang juga mengalami kerusakan. Selain lokasi terdampak, rombongan turut memantau pembangunan Sekolah Rakyat di Bireuen serta pembangunan SPPG Bireuen, yang diproyeksikan menjadi penguatan layanan dasar pascabencana.


Rangkaian kunjungan ditutup pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan peninjauan pembangunan SPPG Lam Neuheun, Aceh Besar. Lokasi ini dipersiapkan untuk mendukung ketahanan gizi masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur sosial di wilayah rawan bencana.


Dalam keterangannya, Bisma Staniarto menegaskan pemerintah akan segera melakukan penanganan tanggap darurat terhadap fasilitas umum dengan kategori rusak ringan, agar dapat kembali difungsikan dalam waktu dekat. Adapun fasilitas dengan tingkat kerusakan sedang dan berat akan masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2026.


“Kami memastikan fasilitas layanan publik—terutama sekolah dan rumah sakit—dapat kembali melayani masyarakat. Penanganan darurat akan dipercepat, sementara rehabilitasi dan rekonstruksi disiapkan secara menyeluruh,” ujar Dirjen PS.


Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian Pekerjaan Umum untuk hadir langsung di lokasi terdampak bencana, memastikan respons cepat sekaligus kesinambungan pembangunan prasarana strategis di Aceh.***Syarafina/Cipta