DJPS Perkuat Integritas dan Disiplin ASN
JAKARTA – Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat integritas, profesionalisme, dan disiplin aparatur sipil negara melalui kegiatan Pembinaan ASN di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti pejabat dan pegawai DJPS, termasuk Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis di 34 provinsi yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kuswara, mengatakan kompetensi harus berjalan seiring dengan integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Menurut dia, integritas ASN tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk kepatuhan terhadap aturan, penggunaan teknologi secara bijak, dan pelaksanaan tugas dengan penuh dedikasi.
“Integritas ASN tidak hanya terlihat dari keputusan besar, tetapi juga dari hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari,” kata Kuswara.
Pembinaan juga menyoroti ancaman judi online dan keamanan digital. ASN diminta menjauhi segala bentuk perjudian daring serta menjaga rekening, dompet digital, akun, nomor telepon, dan data pribadi agar tidak disalahgunakan.
DJPS turut menekankan pentingnya disiplin kehadiran melalui Aplikasi SatuBRAVO. Pegawai diminta melakukan presensi sesuai kondisi sebenarnya dan melaksanakan tugas secara optimal selama jam kerja. Atasan langsung juga diminta melakukan verifikasi presensi secara cermat serta aktif membina dan mengawasi pegawai.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, setiap ASN wajib menaati ketentuan disiplin, sementara pimpinan bertanggung jawab melakukan pembinaan dan tindak lanjut terhadap potensi pelanggaran.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana Kementerian PU, serta Pusat Data dan Teknologi Informasi.
Melalui pembinaan ini, DJPS mendorong ASN menjadi aparatur yang berintegritas, profesional, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang berkualitas.***Ryan/Cipta Sutjipta