DJPS Terima Audiensi Pemkab Penajam Paser Utara, Bahas Percepatan Sekolah Rakyat Tahap 3
JAKARTA – Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, di Jakarta, Selasa (5/8). Pertemuan membahas percepatan penyediaan prasarana strategis, terutama usulan pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Tahap 3.
Audiensi diterima Pelaksana Tugas Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Prasarana Strategis Aris Rudianto Nugroho bersama Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga, dan Sosial Budaya Irawanto.
Pemkab PPU mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3 di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, di atas lahan seluas 6,75 hektare. Sebagian besar persyaratan dasar telah dipenuhi, sementara dokumen pendukung dan perencanaan teknis tengah diselesaikan agar pembangunan segera memasuki tahap berikutnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menyiapkan infrastruktur pendukung, meliputi penyediaan air bersih, drainase, listrik, dan akses jalan menuju lokasi sebagai bagian dari pemenuhan Readiness Criteria (RC).
DJPS mendorong percepatan pemenuhan seluruh persyaratan melalui koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan. Program ini mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Dalam audiensi tersebut, DJPS juga mengevaluasi pelaksanaan program prasarana strategis di Kabupaten Penajam Paser Utara selama Tahun Anggaran 2025–2026, meliputi rehabilitasi dan renovasi Madrasah MIS MIT Al Amin dan MAS Al Falah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), serta pembangunan dua Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Nipah-Nipah dan Desa Labangka Barat.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, DJPS berkomitmen mempercepat penyediaan prasarana strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.***Fajar/Cipta Sutjipta