UNIMA Jajaki Pembangunan Fakultas Kedokteran ke Ditjen Prasarana Strategis
JAKARTA - Rektor Joseph Philip Kambey mendatangi Direktorat Jenderal Prasarana Strategis di Jakarta Selatan, Rabu, 22 April 2026. Kunjungan itu untuk membahas rencana pembangunan Fakultas Kedokteran, laboratorium, dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) di lingkungan Universitas Negeri Manado.
Kambey mengatakan, pembangunan fakultas dan laboratorium akan berlokasi di Kabupaten Minahasa, sekitar 90 menit dari Kota Manado. Lahan seluas 7,7 hektare itu, kata dia, berstatus milik UNIMA. “Secara administrasi tidak ada kendala,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan tersebut telah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dokumen itu menjadi salah satu syarat utama untuk melanjutkan proses ke tahap berikutnya.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Bisma Staniarto menyatakan pihaknya akan mengintensifkan proses jika seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Menurut dia, surat Menteri Pekerjaan Umum kepada Sekretariat Negara terkait permohonan rekomendasi kegiatan prioritas presiden masih dalam proses.
“Kalau dokumen seperti Detail Engineering Design dan dokumen lingkungan sudah lengkap, pembangunan bisa dimulai tahun ini,” kata Bisma.
Adapun rencana pembangunan RSPTN belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Bisma menyebut proyek itu masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Kesehatan serta kelengkapan dokumen pendukung lainnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri pelaksana tugas Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Dendy Kurniadi, Kepala Subdirektorat Wilayah IV Intan Permata Sari, serta perwakilan Direktorat Kepatuhan Intern Christophel Andre Hadi.
Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari upaya perluasan layanan pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia, yang hingga kini masih terbatas. Namun realisasinya tetap bergantung pada kelengkapan administrasi dan penetapan prioritas pemerintah pusat.***Hendra/Cipta Sutjipta